KATA PENUTUP
Jika suatu saat ditanya, “Apa itu
‘Gyaru’?”, aku pasti akan menjawab demikian, “Itu adalah ‘Mimpi’.”
Sesuatu yang seakan ada di kenyataan,
sekaligus juga tidak.
Jika kamu mencoba meraihnya, ia akan
meleleh dalam sekejap di telapak tanganmu, seperti salju yang baru saja turun.
Keadaan yang rapuh, ilusi yang rapuh, dan
tentu saja, keindahan.
Semua elemen ini tercakup dalam konsep
itu. Itu adalah makna utama yang aku interpretasikan, yang terkandung dalam
tiga kata Katakana, “Gyaru.”
Beberapa orang mungkin memandangnya
sepele, menyebutnya khayalan belaka.
Atau, bisa jadi, sebuah keinginan yang tak
pernah puas.
Namun, pada akhirnya, semua bisa diringkas
dalam satu kata ini.
Aku ulangi.
Itu adalah “Mimpi.”
Aku berusaha memadatkan mimpiku sendiri ke
dalam karya ini.
Jika aku bisa berbagi mimpi itu, walau
sedikit saja dengan Anda, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar dari itu.
Suzuki Daisuke, pada hari yang baik di bulan
tertentu.
